Cahaya...Cahaya.., bisakah kita berjalan di kegelapan malam gulita jika kita tidak membawa cahaya sebagai penerang langkah kita?? walaupun mata kita dan anggota badan kita sehat, tetapi jika dikegelapan malam yang gelap kita akan merasa kesulitan. itulah diibaratkan berjalannya manusia tanpa membawa cahaya Al-qur'an. Memang benar, ketika seseorang itu mulai merasakan kehidupan yang menyenangkan, disitulah datang ujian. ujian yang mungkin belum pernah terbayangkan. manusia mengira bahwa ujian adalah bentuk dari kesengsaraan saja dan manusia lupa bahwa diantara cobaan / ujian adalah kesenanngan. sehingga tak sedikit manusia yang gagal jika di uji dengan kesenangan dan sbaliknya tak sedikit manusia yang dekat dengan ALLAH jika diuji dengan kesengsaraan, banyak manusia yang melupakan kebutuhan dirinya, kebutuhan hatinya, dan kebutuhan jiwanya yaitu kebutuhan merasakan kenikmatan Syurga. kadang kita kalah menghadapai keinginan yang timbul dari keterdesakan kita sehingga halal dan haram tampak samar di inggatan kita. orang tua semakin membanggakan anak-anaknya seakan anak itu adalah raja yang menentukan nasib mereka, apakah kita sungguh-sungguh sudah menjadi manusia yang melampauibatas sehingga kita tidak peduli lagi dengan seruan ALLAH Swt.Rabu, 14 Januari 2009
Perlunya akan Cahaya
Cahaya...Cahaya.., bisakah kita berjalan di kegelapan malam gulita jika kita tidak membawa cahaya sebagai penerang langkah kita?? walaupun mata kita dan anggota badan kita sehat, tetapi jika dikegelapan malam yang gelap kita akan merasa kesulitan. itulah diibaratkan berjalannya manusia tanpa membawa cahaya Al-qur'an. Memang benar, ketika seseorang itu mulai merasakan kehidupan yang menyenangkan, disitulah datang ujian. ujian yang mungkin belum pernah terbayangkan. manusia mengira bahwa ujian adalah bentuk dari kesengsaraan saja dan manusia lupa bahwa diantara cobaan / ujian adalah kesenanngan. sehingga tak sedikit manusia yang gagal jika di uji dengan kesenangan dan sbaliknya tak sedikit manusia yang dekat dengan ALLAH jika diuji dengan kesengsaraan, banyak manusia yang melupakan kebutuhan dirinya, kebutuhan hatinya, dan kebutuhan jiwanya yaitu kebutuhan merasakan kenikmatan Syurga. kadang kita kalah menghadapai keinginan yang timbul dari keterdesakan kita sehingga halal dan haram tampak samar di inggatan kita. orang tua semakin membanggakan anak-anaknya seakan anak itu adalah raja yang menentukan nasib mereka, apakah kita sungguh-sungguh sudah menjadi manusia yang melampauibatas sehingga kita tidak peduli lagi dengan seruan ALLAH Swt.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar